Bandara Internasional Jawa Barat Mudah Di Akses Warga Jateng

Bandara kertajati majalengka jawa barat

Bandara Internasional Jawa BaratBandara Internasional Jawa Barat. Kertajati, Majalengka bakal berdampak bukan hanya warga Jabar. Tapi juga warga Jawa Tengah.

Akses yang mudah di jangkau menjadikan Bandara Internasional Jawa Barat bandara yang kompetitif. Warga Jateng terutama yang tinggal di bagian barat, akan memilih Kertajati sebagai solusi perjalanan melalui jalur udara.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan. Majalengka yang secara geografis berada di timur Jawa Barat. Dan sangat mudah di jangkau oleh warga yang ada di perbatasan dua provinsi ini. “Pada saat bersamaan Jawa Tengah, yang dari Tegal, Pekalongan, Cilacap, Brebes lebih dekat ke Majalengka. Dalam hal ini penerbangan umum yang bisa ke sini. Karena memang akan lebih nyaman,” kata Aher di Bandung.

Sebagai bandara yang juga akan menjadi solusi pemecah kepadatan di Bandara Soekarno-Hatta dan Husein Sastranegara. Aher memastikan kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB ) juga mengalihkan 46 juta warga Jabar untuk memilih perjalanan udara.

Selama ini Bandara Husein Sastranegara satu-satunya pelayanan penerbangan sipil di Jawa Barat. Sudah cukup lelah menampung jumlah penumpang. “Kalau Bogor, lalu Depok (Soekarno-Hatta) memang akan ke sana sepertinya. Cianjur–Sukabumi yang berada di tengah (Jawa Barat) bisa diatur. Tapi kalau daerah Karawang, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Sumedang, Bandung Raya, Priangan Raya,” imbuh Aher. “Jadi tiga perempat warga Jawa Barat akan ke sana. Jadi optimis kita bisa menyedot langsung,” tambah Aher.

Potensi perjalanan haji asal Jawa Barat yang setiap tahun nya memiliki kuota 39 ribu. Serta umroh dengan 7 ribu pasar secara nasional, kata Aher. Ini juga bisa menjadi salah satu jawaban nya.

Bandara Internasional Jawa Barat Mudah Di Akses Warga Jateng

Hanya saja pengaturan embarkasi harus segara di lakukan. Agar Kementrian Agama bisa memberikan izin bagi warga yang ingin pergi ke Tanah Suci. “Ketika dulu orang Majalengka ke (embarkasi) Bekasi jauh ya. Ketika dulu orang Pangandaran, Ciamis, Bekasi dan ke Halim sangat jauh. Tentu ketika Bandara di Kertajati akan dekat juga. Orang Cirebon tingal ke situ dekat. Majalengka ke sana tinggal naik angkot dekat. Orang Indramayu ke situ dan Banjar, Ciamis,” kata Aher.

“Ini mendekatkan. Bandung juga sama saja. Lebih dekat juga. Bandung hanya 70 km. Kalau ke Cengkareng 160 km. Jadi kawasan Bandung Priangan Timur. Pantai Utara Jabar dari Bekasi. Karawang Subang Indramayu. Cirebon, Bandung. Dan kemudian Sumedang dekat ke sana,” lanjut Aher.

Direktur Utama PT BIJB Bandara Internasional Jawa Barat. Yaitu  Virda Dimas Ekaputra menuturkan. Pihaknya selaku pelaksana pembangunan bandara sudah melakukan kajian pasarnya. Berdasarkan data dari operator seluler. Ada 1,4 juta warga pantura yang kerap bergerak menggunakan perjalanan udara via Soekarno-Hatta. Atau Husein Sastranegara.

Apalagi kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat juga bisa melayani umroh. Dan menjadi embarkasi haji. Kondisi tersebut dinilai cukup menjanjikan. “Ini peluang yang bagus, tinggal kesiapan kita saja. Terutama dalam menawarkan rute penerbangan,” beber Virda.

Sejauh ini, Bandara Internasional Jawa Barat sudah berkerja sama dengan sejumlah maskapai nasional dan internasional. Untuk menunjang penerbangan. Di antara nya Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya, dan Lion Air Grup. ( jawa pos )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *