BPJS Temukan Ribuan Data Ganda

bpjs

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS Kesehatan Cirebon. Menemukan ribuan data dengan kepesertaan yang ganda. Hal ini menjadi persoalan karena data yang di gunakan menjadi tumpang tindih.

Untuk itu dalam waktu dekat ini akan ada peraturan dari Direksi Kesehatan. Tentang beberapa peraturan baru untuk bpjs. Termasuk di dalamnya meminimalisir kepesertaan ganda. Ini telah menjadi salah satu kesimpulan.

Saat diadakannya pertemuan Forum Komunikasi Program JKN Kota Cirebon di Balai Kota beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut juga hadir Bapak Wali Kota Cirebon Drs. H. Ano Sutrisno MM. Sekretaris Daerah yaitu Drs. Asep Dedi MSi. Kepala Bappeda Ir. Budi Raharjo MBA. Kepala DPPKD H. Maman Sukirman SE MM.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Edy Sugiarto MKes. Serta Kepala Dinsosnakertrans Drs. Ferdinan Wiyoto MSI. Kepala BPJS Kesehatan Cirebon drg Bona Evita AAK mengatakan. Pertemuan rutin setiap bulan itu membahas tentang perluasan cakupan kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional ( JKN ). Kepesertaan Ganda menjadi persoalan. Mereka di daftar kan pemkot sebagai pesrta JKN. Tetapi juga mendaftarkan sebagai peserta Mandiri, ujar Bona.

Terkait tentang itu Bona mengatakan. BPJS Kesehatan sudah menyampaikan kepada Puskesmas. Agar membuat surat persyaratan dari peserta JKN yang di bayarkan iurannya oleh pemkot Cirebon. Untuk memilih antara menjadi peserta melalui Jalur Jamkesda atau Mandiri.

Saat ini BPJS kesehatan masih memproses pengisian surat pernyataan dari peserta. Beberapa hari ke depan di targetkan sudah ada penerapan hasil rekonsiliasi data, “. Berdasarkan data yang kami olah, ada 1.319 dobel kepesertaan. Yang meliputi ganda pengajuan 948 orang. Dan ganda peserta Mandiri 371 orang, ” ujar Bona.

Untuk peserta Jamkesda yang pindah sebagai peserta Mandiri. BPJS Kesehatan berharap mereka tidak membayar iuran hanya untuk satu atau dua bulan saja. Pasalnya, kata Bona ” Data yang ada tercantum di pusat data BPJS Kesehatan. Sebagai contoh peserta mandiri membayar iuran hanya dua bulan pertama. Di mulai saat masuk rumah sakit. Misalkan 2 tahun kemudian sakit lagi. Bila ingin menjadi peserta BPJS Kesehatan lagi dia harus membayar iuran yang belum terbayar. Selama kurun waktu dua tahun tersebut dan berikut dendanya.

Radar Cirebon, 1 Oktober 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *