14 Pemberhentian Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat

14 Pemberhentian Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat14 Pemberhentian Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat. Gua ini di resmikan pada bulan Mei 1990. Terletak di Desa Cisantana. Kecamatan Cigugur. Kabupaten Kuningan.

Gua Maria Sawer Rahmat ini terletak di ketinggian 700 meter dari permukaan laut dan berada di lereng Gunung Ciremai.  Daerah tersebut merupakan wilayah pertanian. Dengan suhu udara yang cukup dingin. Menurut catatan di Gereja Cisantana umat Katolik di daerah ini berjumlah lebih dari 1.200 orang. Yang sebagian besar hidup dari pertanian dan beternak sapi perah. Gua Maria Sawer Rahmat ini di bangun atas inisiatif penduduk setempat. 14 Pemberhentian Gua Maria terletak di sebuah bukit yang bernama Bukit Totombok. Sebelah barat Desa Cisantana. Gua Maria Sawer Rahmat ini di resmikan pada tanggal 21 Juli 1990 oleh Kardinal Tomko.

Menurut dari cerita dahulu bahwa perbandingan umat Islam dan umat Nasrani di Cigugur sama-sama 50%. Dan toleransi sesama umat beragama ini sangat baik. Kita dapat melihat mesjid berdiri dan berdekatan dengan gereja. Dan mereka sangat ramah saling membantu ketika salah satu umat beragama ini membangun mesjid atau gereja.

Pada Gua Maria ini terdapat 14 Pemberhentian Gua Maria Fatimah Sawer Rahmat. Yaitu 14 pemberhentian jalan salib sebelum menuju ke titik puncak Gua Maria. Dan juga kapel tempat di laksanakannya misa. Dan untuk mencapai tempat peribadatan utama para peziarah harus berjalan kaki kurang lebih satu kilometer. Dengan menaiki tangga batu. Para peziarah juga menyusuri lorong pepohonan rindang di tengah perbukitan lereng gunung Ciremai. Dengan membawa lilin mereka melakukan perjalanan sambil menghirup udara pegunungan dan menikmati indahnya alam.

Umat katolik menyebut perjalanan menuju gua itu sebagai prosesi jalan salib. Mereka harus berhenti pada setiap tempat pemujaan di sepanjang jalan yang menanjak. Untuk memanjatkan doa sebelum sampai ke gua maria. Perjalanan sambil mengucapkan doa itu dilakukan untuk mengingatkan umat katolik. Tentang perjalanan Yesus Kristus memanggul salib menuju bukit Golgota atau bukit Kalvari. Setiap perhentian mengisahkan riwayat yesus. Mulai dari ketika dia dijatuhi hukuman hingga ia dimakamkan,” kata Frater Evodius OSC, Frater Biarawan Order Salib Suci disela-sela ziarah.

Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan

curug sidomba wisata air terjun kuninganCurug sidomba wisata air terjun kuningan. Curug ini konon di temukan dengan tidak sengaja yaitu pada tahun 2002. Kala itu siswa-siswi SMP Islam Terpadu Umar Sjarifudin ( ITUS ) Kuningan sedang mengadakan hiking. Mereka menelusuri alur sungai sekitar lereng Gunung Ciremai. Akhirnya menemukan curug ini yang memiliki ketinggian 10 meter.

Dan saat itu oleh Umar Sjarifudin air terjun itu di kembangkan. Pada akhirnya menjadi kawasan wisata yang lebih di kenal Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan. Sedangkan nama Sidomba sendiri menurut cerita masyarakat konon pada waktu silam tempat ini merupakan tempat untuk memandikan domba. Jenis hewan ternak langka yang dahulu sering di gembalakan di tempat ini.  Keunikan dari domba ini adalah jumlah tanduknya yang lebih dari dua. Dan sekarang di tempat ini sudah  tidak ada lagi hewan ternak langka tersebut. Melainkan telah berubah menjadi objek wisata yang cantik. Selain itu hutan di sekitar curug merupakan tempat penggembala domba.

Curug Sidomba Air Terjun Kuningan boleh jadi merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Kuningan. Tempat ini dahulu banyak di kunjungi wisatawan. Tidak semua orang mengetahui bahwa curug Sidomba ini ditemukan secara tidak sengaja. Beberapa siswa yang sedang melakukan perjalanan menyusuri sungai di lereng Gunung Ciremai. Air terjun curug Sidomba ini memiliki ketinggian kurang lebihnya 3 meter. Anda akan terpikat dengan airnya yang cukup jernih dingin dan segar. Bersumber dari mata air Gunung Ciremai. Serta berbagai jenis ikan yang hidup di dalam air ini seperti ikan mas dan ikan Kancra Bodas.

Dan konon ikan Kancra Bodas di sini tidak bisa ditangkap. Terbukti ketika airnya dikuras ikan-ikan ini menghilang tidak diketemukan.  Selain itu terdapat peraturan di Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan yang sangat penting bagi pengunjung. Yaitu tidak di perbolehkannya memberi makan atau memancing ikan di area ini. Dan tidak juga diperbolehkan berkata kasar karena dipercaya akan ada akibatnya langsung.

Daya tarik dari kawasan ini adalah sebuah masjid megah dengan satu menara Asma’ul Husna. Dan untuk menuju menara itu anda akan melalui tangga berjumlah 99 anak tangga. Di mana anda akan dapat menikmati bentangan keindahan alam di kaki Gunung Ciremai. Yang sebagian wilayahnya masih subur dengan pepohonan besar.

Dengan area wisata yang cukup luas ini ada banyak bagian yang bisa dikunjungi. Selain Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan. Di antara nya area outbond anak. Flying fox. Kolam renang. Dan berbagai koleksi hewan (domba, monyet, dan beberapa jenis burung).

Dan Keberadaan Curug Sidomba Wisata Air Terjun Kuningan saat ini sudah berbeda. Di mana sebelum Curug ini di temukan oleh siswa SMP ITUS pada tahun 2002 lalu. Sidomba sekarang sudah merupakan obyek wisata yang modern. Dan ramai di kunjungi oleh berbagai wisatawan luar dari Kota. Dan juga sebagai tempat perkemahan para siswa – siswi Sekolah baik kuningan maupun cirebon.

Legenda Telaga Remis Wisata Danau Di Kuningan

Legenda Telaga RemisLegenda Telaga Remis dahulu telaga ini tercipta dari sisa air embun yang ada di daun. Lalu di kumpulkan untuk diminum oleh sang prabu siliwangi.

Cerita dahulu konon pada jaman terdahulu bahwa nama telaga remis d iambil dari kata reumis. Yang artinya adalah tetesan embun. Tetapi ada juga yang mengatakan dinamai telaga remis karena banyak binatang remis semacam siput. Atau kerang kecil yang biasanya berwarna kekuningan. Dan banyak mitos yang terjadinya legenda telaga remis ini. Salah satu nya ini yang akan kita buka cerita nya.

Cerita / legenda telaga remis pada masa itu adalah sang raja Siliwangi sedang melakukan pertapaan di hutan batu. Dan dahulu konon kontur tanah yang sedemikian tandus. Maka sang prabu siliwangi hanya mengandalkan embun (dalam bahasa sunda disebut reumis). Embun tersebut di kumpulkan dengan daun pisang yang dikerucutkan. Embun tersebut tak lain untuk memenuhi minum nya selama menyepi di wilayah itu.

Singkat cerita dan setelah rasa hausnya hilang. Beliau membuang sisa air yang yang terdapat di pincukan daun tersebut. Dan dia berkata: “ Ini adalah sisa embun yang pernah menolongku dari rasa haus. Semoga sisa embun ini akan menjadi sebuah telaga yang kelak akan menjadi berguna bagi masyarakat sekitar” . Dan anehnya setelah berkata begitu. Keluarlah air dari sela-sela batu dari sisa embun yang di buang. Dan sangat begitu derasnya air itu keluar. Hingga akhirnya membentuk sebuah telaga yang di kenal saat ini. Dengan nama telagar Reumis. Begitulah cerita terjadinya legenda telaga remis.

Legenda Telaga reumis sebenarnya sudah masuk kabupaten kuningan. Tetapi lebih dekat di capai dari Cirebon. Alamnya yang sejuk masih hijau, Permukaan airnya yang bening. Wisata alam Legenda Telaga Remis mempunyai luas area kurang lebih 13 Ha. Terletak kurang lebih 20 km-an  dari kota Cirebon kearah Majalengka. Surga tersembunyi di jawa barat ini berada diantara rimbunan pohon pinus dan bebatuan cadas.

Legenda Telaga reumis yang asri dan sejuk ini di tahun 1990 sangat indah. Namun sekarang belum lagi tersentuh dan dikelola dengan baik.

piknikklasik

Curug Putri Dan Mitos Wisata Alam Di Kuningan

curug putriCurug Putri adalah air terjun yang berbentuk putri. Curug yang mempunyai mitos terletak di kawasan Taman nasional Gunung Ciremai. Akses mudah dengan ketinggian cukup lumayan. Dan debet air baik menjadikan Curug Putri layak dikunjungi.

Potensi wisata alam di Wilayah Ciayumajakuning tidak kalah dengan di daerah lain. Salah satunya yakni Curug Ciputri Kuningan. Dengan ketinggian mencapai 20 meter dan berasal dari mata air di dalam hutan Gunung Ciremai. Air Terjun / Curug Putri ini terletak di Dusun Palutungan desa Cisantana Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Tepatnya di dalam kawasan Bumi Perkemahan Palutungan. Dengan ketinggian 1.100 – 1.150 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan curah hujan 3.000 mm/tahun. Dan sejuknya suhu udara antara 20 – 240C.

Letak Curug Putri ini menjorok ke dalam di kelilingi tebing terjal serta pohon-pohon yang rimbun. Di depan nya ada kolam air, tempat menyimpan curahan air terjun. Kolamnya tidaklah terlalu dalam, cuma setinggi pinggang orang dewasa hingga bisa digunakan untuk berendam serta berenang.

Mitos mengenai Nama air terjun Curug Putri

Nama Curug Putri sendiri datang dari legenda tempat. Yakni sebagai tempat pemandian beberapa putri dari Kahyangan. Tempat dari beberapa bidadari yang turun ke bumi. Jika ada hujan gerimis serta matahari bercahaya jadi dari Curug Putri ini bakal tampak pelangi / katumbiri. Orang-orang yakini kalau saat pelangi nampak artinya beberapa dewi dari Kahyangan tengah turun ke bumi.

Curug ini sering di kunjungi oleh para pengunjung yang menganggap tempat itu perlu di datangi. Khususnya bagi mereka yang ingin meminta berkah.  Kesan mistis adanya seorang putri yang menunggu daerah itu membuat banyak pengunjung yang datang dengan berbagai alasan. Ada yang ingin segera dapat jodoh atau pekerjaan setelah membasuh muka atau mandi di bawah curug (air terjun). Dan aktivitas itu akan terasa ketika mendekati bulan puasa atau hari tertentu yang di keramatkan.

Tempat ini merupakan satu dari tiga jalur pendakian menuju puncak Gunung Ciremai. Meski merupakan jalur terpanjang pendaki lebih memilih lewat sini karena merupakan rute paling mudah. Curug putri ini berjarak kurang lebih 9 Km dari kota Kuningan ke arah barat dengan waktu tempuh sekitar 15 menit berkendara. Sedangkan bila dari obyek Bumi Perkemahan Palutungan letaknya ke arah timur kurang lebih 500 m.

Curug Putri Mempunyai Daya Tarik Tersendiri Wisata Alam Di Kuningan

Dengan kombinasi pesona alam pegunungan serta air terjun yang jernih. Di dukung hawa / udara pegunungan yang sejuk bisa menantang wisatawan untuk bertandang ke lokasi ini. Arealnya beberapa cukup datar hingga pas untuk jadikan tempat perkemahan. Ada juga tempat outbond atau gathering berbarengan keluarga atau rekan di sini. Rindang nya pohon-pohon pinus merkusi khas pegunungan yang menaungi ruang itu juga bakal memberi situasi jadi terkesan serta merasa lebih akrab dan romantis.

Objek Wisata Gedung Linggarjati Dan Penjelasannya

objek wisata gedung linggarjatiObjek Wisata Gedung Linggarjati. Bagi anda yang senang dengan sejarah dan museum, coba berkunjung ke sini. Salah satu gedung bersejarah yang berada di kaki gunung Ciremai.

.Ada dua keuntungan bila anda datang melihat objek wisata Gedung Linggarjati. Yaitu menyegarkan kembali pelajaran sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.  Karena beberapa peninggalan sejarah hingga saat ini masih dirawat dengan baik dan dipertahankan keasliannya.

Pada bulan November 1946 Gedung Perundingan Linggarjati menjadi saksi sejarah tempat dilaksanakannya perundingan Linggarjati. Linggajati. Kuningan menjadi jalan tengah untuk pelaksanaan perundingan karena Jakarta maupun di Yogyakarta (ibukota sementara RI) tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya perundingan.

Walaupun objek wisata gedung perundingan linggarjati hanya dengan replika namun cukup membuat pengunjung merasakan suasana ketika itu. Dipimpin oleh Sutan Sjahrir sebagai perdana menteri pertama Indonesia, pihak delegasi Indonesia menempati deretan kursi di sebelah kiri. Sementara deretan kursi di sebelah kanan ditempati oleh pihak Belanda. Lord Killearn seorang diplomat Inggris diutus khusus oleh Inggris untuk Asia Tenggara yang berkedudukan di Singapura menjadi mediator.

Selama perundingan berlangsung, di Linggarjati Lord Killearn dan beberapa delegasi Belanda seperti Schermerhorn, Ivo Samkalden, P. Sanders menginap. Di Museum kamar-kamar yang ditempati oleh tokoh-tokoh perundingan dilabeli dengan baik. Di Kapal Perang Banckert Letnan Gubernur Jenderal van Mook dan anggota delegasi lainnya lagi menginap. Sedangkan di rumah Bung Sjahrir di Linggasana, desa tetangga Linggarjati, yang berjarak sekitar 20-25 menit dari museum, menjadi tempat bagi delegasi Indonesia untuk menginap.

Sejarah Singkat Tentang Objek Wisata Gedung Perundingan Linggarjati

Sejumlah foto Objek wisata gedung perundingan linggarjati dan dokumentasi mengenai perundingan ini menghiasi dinding Ruang Perundingan Linggarjati. Beberapa diantaranya adalah wartawan mancanegara yang berada di pagar tangga kediaman Bung Sjahrir di Linggasana sedang mengetik naskah berita. Foto-foto itu diperoleh dari Kedutaan Belanda.

Salah satu yang berkesan adalah foto ketua dari kedua delegasi yakni Bung Sjahrir yang menjadi delegasi untuk Indonesia dan W. Schermerhorn yang menjadi delegasi untuk Belanda yang sedang berada diruang tamu kediaman resmi Bung Sjahrir, Pegangsaan Timur No. 56. Keduanya sedang memaraf Naskah Perjanjian Linggarjati. Pada tanggal 15 November 1946 tersebut berlangsung pemarafan naskah dalam bahasa Belanda, sementara pada tanggal 18 November di Istana Negara, Jakarta menjadi tanggal pemarafan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Dan pada tanggal 25 Maret 1947 secara resmi di Istana Negara Perjanjian Linggarjati ditandatangani.

Untuk selengkapnya silahkan anda bisa berkunjung ke tempat objek sejarah ini.

Wisata Kolam Renang Cibulan Di Kuningan

wisata kolam renang cibulanObjek Wisata Kolam Renang Cibulan berada di daerah kab. Kuningan. Ini adalah merupakan salah satu objek wisata tertua di Kuningan.

Obyek wisata kolam renang cibulan ini diresmikan pada 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan. Saat itu yaitu R.A.A. Mohamand Achmad. Selain objek wisata di Cibulan juga terdapat tiga tempat rekreasi sejenisnya di Kuningan. Yakni Kolam Linggarjati di kompleks Taman Linggarjati Indah Kecamatan Cilimus. Kolam Renang Cigugur di Kecamatan Cigugur dan Kolam Darma Loka di Kecamatan Darma.

Sejarah mengatakan menyatakan bahwa ikan dewa yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang. Atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi.

Singkat cerita prajurit-prajurit pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi. Sehingga menjadi ikan dan Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah.

Versi Lain sejarah Wisata Kolam Renang Cibulan

Bagi warga di Cibulan, keberadaan ikan dewa terkait dengan kisah Ki Gede Padara yang oleh warga disebut Ki Gedeng Padara. Dia adalah Seorang petapa sakti leluhur (karuhun) desa.

Alkisah Cigugur yang terletak 3 kilometer di atas Kota Kuningan. Pada sekitar tahun 1430 bernama Dusun Padara. Kala itu warga setempat memerlukan sumber air. Ki Gede lalu bersemadi seraya menancapkan sebilah keris di sebuah kaki bukit yang masih hijau di Gunung Ciremai.

Saat itu ada suara bergemuruh seperti tanah berguguran kemudian dinamakan Cigugur. Dari bawah akar pohon kemudian keluar air. Yang selanjutnya di tampung dalam sebuah kolam dan terus ke hilir dusun. Ki Gede lalu menangkap ikan kancra bodas dari tiga sungai. Yakni Sungai Cilutung di Majalengka. Sungai Cisanggarung di Kuningan. Dan Sungai Cijolang di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah sekarang. Ikan tersebut kemudian di masukkan ke kolam Cigugur.

Waktu itu ketiga sungai berair sangat jernih karena hutan-hutan di sekitarnya masih utuh. Karena kondisi lingkungan jernih dan sama dengan air yang keluar dari bukit Cigugur ikan-ikan itu hidup dan berkembang biak..