Kehadiran Mobil Murah Menambah Kemacetan

Kehadiran Mobil Murah Menambah KemacetanKehadiran Mobil Murah  Menambah Kemacetan. Dan Menurut sebuah riset lalu lintas Jakarta bakal terkunci pada 2014. Lalu bagaimana dengan kota – kota besar lainnya selain Jakarta dengan adanya kehadiran Mobil Murah tersebut.

Hal ini membuat kekisruhan antara Jokowi-Ahok dengan Pemerintah Pusat Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ini mengritik pemerintah pusat. Yaitu soal kebijakan mobil murah atau low cost green car (LCGC). Kehadiran Mobil Murah Menambah Kemacetan. Pekan lalu, Toyota, Daihatsu dan Honda meluncurkan mobil murah terbaru mereka. Yakni Agya, Ayla, dan Brio Satya. Daihatsu Ayla memasang harga Rp76-106 juta. Toyota Agya Rp99,9 juta. Hingga Rp120,750 juta. Dan Honda Brio Satya di banderol mulai Rp106 juta.

Ahok, sapaan Basuki, mengecam pemerintah pusat tidak konsisten. Di satu sisi mereka ingin mengurangi konsumsi BBM. Tapi di sisi lain malah membuka peluang penggunaan BBM lebih banyak dengan keberadaan mobil murah. Seharusnya, kata dia, jika pemerintah pusat konsisten. Mendorong masyarakat naik transportasi massal. Maka subsidi BBM harus dicabut dan dialihkan untuk angkutan umum. “Kalau mau fair dan seimbang. Di Ibukota tidak ada subsidi minyak, kita hanya subsidi bus,”. Kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin, 16 September 2013.

Menurutnya gagasan pemerintah menyediakan mobil murah agar setiap orang bisa memiliki mobil. Itu tidak masuk akal. Apalagi, kebutuhan hidup layak (KHL) Jakarta untuk bujang hanya Rp2,2 juta. “Mana bisa kalau beli mobil,” dia mempertanyakan. Ahok menuding aturan mobil murah cenderung berpihak pada industri otomotif asing. Yang paling mengkhawatirkan Ahok, Kehadiran Mobil Murah Menambah Kemacetan.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Bahkan melihat kehadiran mobil murah akan mementahkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menerapkan kebijakan nomor ganjil genap dan Electronic Road Pricing (ERP) atau jalan berbayar. “Kami mau apa? Mau antisipasi bagaimana? Nanti kalau kami buat kebijakan genap ganjil dan ERP. Tapi ada mobil-mobil murah, ya percuma,” kata Jokowi.

Kehadiran Mobil Murah Menambah Kemacetan.

Keluhan yang sama disuarakan Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo. Dia mengungkapkan pertumbuhan kendaraan di jalanan Jakarta setiap tahunnya bertambah hampir 11,3 persen. Sementara perkembangan ruas jalan hanya 0,01 persen per tahun tahun. Sambodo memperkirakan mobil murah akan memperparah kondisi ini. Jika tak ada pembenahan sistem transportasi, berdasarkan riset, arus lalu lintas Jakarta akan total terkunci pada 2014. Kendaraan warga bakal macet begitu keluar halaman rumah.

Di Jakarta, jalan tersedia hanya sekitar 7,2 ribu kilometer. Sedangkan kebutuhan hingga 2012 adalah 12 ribu kilometer. Artinya, ini baru memenuhi 60 persen kebutuhan masyarakat. Kehadiran Mobil Murah Menambah Kemacetan. Setahun belakangan ini jam macet di Jakarta sudah berubah. Bila tahun sebelumnya pukul 21.00 WIB sudah mencair. Saat ini kemacetan masih mengular hingga pukul 22.00. Durasi kecepatan kendaraan pun berkurang. Saat jam sibuk, kendaraan hanya bisa dipacu maksimal 20 km per jam. ( Late post : Sep 17, 2013 )

Sumber : viva.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *