Objek Wisata Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon

objek wisata sejarah keratonObjek Wisata Sejarah Keraton Kasepuhan Cirebon. Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan bentuk peninggalan sejarah budaya pada jaman dahulu khususnya di Cirebon.

Keraton Kasepuhan adalah Keraton yang paling banyak di kunjungi oleh para wisatawan yang datang ke kota Cirebon. Dari ke empat keraton yang ada di Cirebon salah objek wisata sejarah keraton kasepuhan inilah yang dapat di bilang termegah dan paling terawat di Cirebon.

Karena makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembokbata merah dan terdapat pendopo didalamnya. Objek wisata sejarah Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap. Dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang di keramatkan yaitu kereta Singa Barong.

Kereta ini saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan. Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu. Ruang tidur dan singgasana raja. Kasepuhan didirikan pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II (cicit dari Sunan Gunung Jati).

Halaman depan objek wisata sejarah keraton kasepuhan ini dikelilingi oleh tembok bata merah dan terdapat pendopo di dalamnya.

Objek Wisata Sejarah Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan Cirebon didirikan oleh Pangeran Cakrabuana pada masa perkembangan islam atau sekitar tahun 1529. Pada awal di bangun nya Keraton Kasepuhan merupakan perluasan dari Keraton Pakungwati yang merupakan keraton tertua di Cirebon. Keraton Pakungwati yang terletak di sebalah timur Keraton Kasepuhan, dibangun oleh Pangeran Cakrabuana (Putera Raja Pajajaran) pada tahun 1452. Bersamaan dengan pembangunan Tajug Pejlagrahan yang berada di sebelah timurnya.

Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama beliau di abadikan dan di muliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan. Objek wisata sejarah Keraton Kasepuhan adalah kerajaan islam tempat para pendiri cirebon bertahta, disinilah pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon berdiri.

Pada tahun 1969, karena konflik internal Kesultanan Cirebon dibagi dua menjadi Kesultanan Kanoman dan Kasepuhan. Kesultanan Kanoman dipimpin oleh Pangeran Kartawijaya dan bergelar Sultan Anom I, sementara Kesultanan Kasepuhan dipimpin oleh Pangeran Martawijaya yang bergelar Sultan Sepuh I. Kedua sultan ini kakak beradik dan masing-masing menempati Keraton sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *