Kantor Pos Cirebon

kantor pos cirebonSejarah Kantor Pos Cirebon. Dahulu bangunan ini adalah peninggalan zaman kolonial Hindia-Belanda. Awalnya kantor pos yang di dirikan oleh pemerintah belanda pada tahun 1906. Dan di beri nama Jawatan Pos, Telegraf dan Telepon atau Jawatan PTT.

Berdirinya kantor pos cirebon ini di dasari oleh keberhasilan Daendels yang membuka poros jalan utama Anyer hingga Pamanukan. Dengan adanya jalan raya ini membuat pemerintah belanda membuka banyak kantor pos di jalan utama termasuk di Cirebon. Bahkan dulu jalan utama ini bernama Jalan Raya Pos Groote Postweg. Kantor pos yang memiliki luas bangunan 885 meter persegi ini sudah beberapa kali berganti status. Dari jawatan PTT yang di kelola oleh Departemen Peusahaan Perusahaan Pemerintah Belanda. Hingga sekarang menjadi PT Pos Indonesia.

Namun Kantor Pos Cirebon telah berdiri antara tahun 1810 dan 1832. Jauh sebelumnya konon pada tahun 1746 Kantor Pos pertama ada di Batavia. Dan di didirikan oleh Gubernur Jenderal GW Baron Van Imhoff. Bersamaan pembuatan kantor-kantor pos di Anyer. Serang. Batavia. Bogor. Cianjur. Indramayu. Tegal. Pekalongan. Semarang. Jepara. Rembang. Tuban. Gresik. Surabaya dan Pasuruan. Di buat nya jaringan layanan pos itu karena berhasil nya pembuatan Jalan Raya Pos Anyer – Panarukan oleh Daendels. Proyek ini di mulainya pada Mei 1808. Meskipun sempat terhambat di Cadas Pangeran, namun pada bulan Agustus 1808 Jalan Raya Pos telah sampai di Pekalongan. Dan proyek pembuatan jalan tersebut selesai dalam satu tahun.

Cirebon punya banyak kantor PT. Pos Indonesia. Di antara sekian banyak Kantor Pos Cirebon hanya kantor Pos yang berada di Jl. Yos Sudarso no. 9 Kec. Lemahwungkuk yang memiliki nilai sejarah lebih. Kantor Pos ini di sebut Kantor Pos Besar Cirebon.

Bangunan atau gedung sejarah kantor pos cirebon ini terbuat dari tembok berbentuk empat persegi panjang. Meskipun kantor pos  ini kurang menonjol namun kantor pos besar Cirebon ini menyandang predikat sebagai benda cagar budaya. Yang di tetapkan dalam Surat Keputusan Walikota Cirebon No 19 Tahun 2001. Tentang Perlindungan dan Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya Di Kota Cirebon.

Dan sampai saat ini Kantor Pos Cirebon masih berfungsi sebagai kantor pos pada umumnya.

foto : blognegerisendiri

 

Gedung Negara Karesidenan Cirebon

Gedung Negara Karesidenan CirebonGedung Negara Karesidenan Cirebon. Salah satu bangunan peninggalan di jaman kolonial. Bangunan ini tak kalah saing dengan Istana Presiden yang berada di Bogor.

Gedung Negara Karesidenan Cirebon ini terletak di jalan Siliwangi Kota Cirebon. Dan ini merupakan sebuah bangunan tua di cirebon yang sangat cantik. Di bangun pada 1865 ketika Karesidenan Cirebon di pimpin oleh Albert Wilhem Kinder De Camurecq. Gedung ini di rancang oleh seorang arsitek Belanda bernama Van Den Berg. Dengan arsitektur menyerupai Istana Merdeka Jakarta. Material utamanya bata merah, batu, pasir, kapur, kayu jati, genting, marmer dan tegel.

Pada waktu itu, Gedung Negara Karesidenan Cirebon dulu ini berfungsi sebagai rumah dinas residen. Sementara itu kantor residen berada di Lemahwungkuk yang dibangun pada 1841. Gedung ini dibuat lantaran Benteng Beschertmingh mengalami kebakaran. Kemudian di ikuti dengan pemindahan kantor dan pemukiman orang-orang Eropa keluar kawasan pelabuhan.

Gedung negara karesidenan cirebon ini dahulu merupakan bangunan kolonial yang digunakan sebagai tempat beristirahat para petinggi Hindia Belanda. Dan berdasarkan Surat Keputusan Walikota Cirebon Nomor 19 Tahun 2001. Gedung Negara ini merupakan Benda Cagar Budaya yang ada di Kota Cirebon. Hal ini menjadikan Gedung Negara sebagai salah satu objek wisata bangunan / gedung sejarah di Kota Cirebon. Dan juga sebagai tempat pertemuan dan pergelaran seni budaya. Serta gedung negara ini juga sering di gunakan untuk sesi pemotretan. Karena lokasinya yang bagus. Di tengah taman, Sang Saka Merah Putih berkibar di atas tiang bendera yang kokoh.

Ornamen-ornamen yang terdapat di dalam Gedung Karesidenan Cirebon masih antik dan asli. Beberapa buah lampu anggun antik terlihat menggantung menghiasi teras depan. Dan beberapa pasang kursi dan meja yang tampak nyaman sebagai tempat bersantai saat sore dan malam hari.

Sampai dengan tahun 1973 Gedung Negara Karesidenan Cirebon masih dikenal sebagai Gedung Karesidenan Cirebon. Lalu dengan di hilangkannya wilayah karesidenan. Pada 1974 namanya berubah menjadi Gedung Kantor Pembantu Gubernur Wilayah III Cirebon. Sejak tahun 2000 Gedung Negara Cirebon menjadi Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Cirebon. Kini Gedung Negara bisa diakses oleh masyarakat sekitar karena memiliki beberapa rusa bertanduk yang di perbolehkan untuk ditonton dari luar kandang.