Bayar Tol Dengan Uang Elektronik Akan Berlaku Oktober 2017

Bayar Tol Dengan Uang Elektronik.Mulai Oktober 2017 Bayar Tol Dengan Uang Elektronik. Pembayaran non tunai pada transaksi jalan tol tidak lama lagi. Jadi mulai sekarang siap – siap untuk membeli uang elektronik untuk transaksi tol di Indonesia.

Transaksi Tol terhitung mulai Oktober 2017 yaitu Bayar Tol Dengan Uang Elektronik. Dan rencana nya secara nasional akan di terapkan pembayaran non tunai. Dan semua akan menggunakan uang kartu. Hal ini merupakan tahap menuju Multi Lane Free Flow ( MLFF ). Yaitu agenda elektronifikasi transaksi jalan tol yang nantinya tanpa perlu memakai gardu / gerbang tol lagi. Dan sebagai permulaan transaksi gerbang tol dilakukan dengan non tunai yaitu mengandalkan uang elektronik.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT ) Herry Trisaputra Zuna mengatakan MLFF di rencanakan berlaku akhir 2018. Ini menuju tahapan MLFF. Namun sebelumnya kita terapkan dahulu untuk Bayar Tol Dengan Uang Elektronik / transaksi tol dengan non tunai. Setelah itu nanti setiap mobil ada OBU ( On Board Unit ). Teknologinya sedang di cari yang ideal. Misalnya saja RFID ( Radio Frequency Identification ). Atau apapun teknologinya untuk membaca.

Langkah Transaksi tol dengan menggunakan non tunai telah di rencanakan Pemerintaj melalui Gerakan Nasional NonTunai ( GNNT ). Yang melibatkan Bank Indonesia serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( Kemenpupera ) selaku regulator. Tahapan pertama adalah elektronifikasi jalan tol 100 persen. Tahap kedua integrasi sistem ruas jalan tol. Kemudian sambil berjalan BI bersama Kemenpupera membentuk konsorsium Electronic Toll Collection ( ETC ). Ini yang bertugas menyelenggarakan model bisnis hingga aspek teknis elektronifikasi jalan tol. Namun sebelum menuju MLFF yaitu sistem elektronifikasi jalan tol perlu penyempurnaan. Tujuannya agar sesuai dengan fungsinya tanpa merugikan pengguna jalan tol.

Berikut ini adalah Gerbang Tol Jasa Marga Yang sudah bisa menggunakan Bayar Tol Dengan Uang Elektronik ( transaksi tol non tunai )  : GT Cengkareng 3, GT Kunciran 1 ( Arah Merak ) dan GT Kunciran 2 ( Arah Jakarta ). Juga GT Karawaci 2 ( Arah Jakarta ) serta GT Bekasi Barat 3.

Proses elektronifikasi gerbang tol terus di lakukan para badan usaha pengelola jalan tol ( BUJT ). Salah satunya adalah pengelola jalan tol plat merah, yakni Jasa Marga ( Persero ). Mengatakan bahwa terdapat beberapa gerbang di ruas jalan tol jasa marga yang sudah 100 persen menggunakan transaksi tol non tunai ( Bayar Tol Dengan Uang Elektronik ).

Dengan menggunakan uang elektronik di gerbang tol akan mempersingkat waktu transaksi. Jika di bandingkan dengan manual penggunaan uang elektronik akan memangkas waktu separuhnya. Selain itu pengguna juga akan lebih mudah dan praktis. Dan secara bertahap semua gardu tol akan berbentuk GTO ( Gerbang Tol Otomatis ). Dan dari 1.149 Gardu Tol yang di operasikan cabang dan anak usaha Jasa Marga se Indonesia 542 di antaranya GTO. Sisanya masih reguler. Namun begitu semua gerbang tol masih bisa melayani transaksi non tunai. Baik GTO yang pakai mesin atau gardu reguler yang di jaga orang semuanya 100% bisa Bayar Tol Dengan Uang Elektronik / transaksi elektronik.